Eksplorasi Batubara Menggunakan Metode Geolistrik(cs)

Pengukuran geolistrik secara lateral mapping(2D) telah dilakukan dalam lokasi test case batubara pada lokasi xx,sebanyak 2 lintasan, menggunakan panjang masing-masing lintasan 1 km. Pengukurangeolisrik pada lintasan (@ 1 km) dilakukan sebanyak 3 kali pengukuran (@400m)..Agar panjang lintasan 1 km tercover semua, maka dilakukan pengukuran overlapsetiap 100m.

http://tesientabien.com/jual-alat-geolistrik-081395068645/

Estimasinilai resistivity batuan didaerah penelitian dipengaruhi dengan caramengkorelasikan data bor dengan penampang resistivity hasil pengukurangeolistrik. Nilai resistivity batubara hasil korelasi data bor menggunakan penampangresistivity, ditunjukkan dalam tabel.

Tabel Nilai resistivity batubara di daerah penelitian

Kedalamanbatubara berdasarkan data bor (m)

Kedalamanbatubara dari penampang resistivity (m)

Nilairesistivity batuan lainnya hasil hubungan data bor, ditunjukkan pada tabel tiga.dua.

Tabel 1 Nilai resistivity batuan di wilayah penelitian xx

Nilai resistivity pada table 1 selanjutnyadigunakan sebagai surat keterangan buat memprediksi eksistensi lapisan batubara.

Berdasarkandata referensi nilai resistivity batubara (tabel 1), maka pertanda batubarapada lintasan 1 masih ada pada kedalaman 14,5m (jeda dalam lintasan 640m) dankedalaman 56m (jeda pada penampang 400m), menggunakan nilai resistivity +176 Ohm.m. Ketebalan batubara yg terdeteksi menurut pengukuran ini kurang lebih +1m, sedangkan ketebalan batubara kurang dari 1m tidak terdeteksi. Hal ini bisadiakibatkan beberapa faktor, diantaranya :

Karena lapisan batubaranyatipis < 1m, maka impak nilai resistivity clay / mudstone lebih dominandibandingkan batubara, sehingga nilai resistivity yg terukur lebih mendekatinilai resisitivity clay / mudstone.

Resolusi data masih kurangtinggi, dalam pengukuran ini memakai 41 elektroda dengan jumlah data perpengukuran kurang lebih 550 data, pada pengukuran geolistrik resolusi tersebutsudah termasuk resolusi tinggi dibandingkan menggunakan pengukuran Dipole-Dipole 2Dyang konvensional (170 data).

Penampangresistivity lintasan 1 ditunjukkan pada gambar tiga.1. Selain batubara padapenampang tadi terdeteksi juga litologi lainnya,: andesite, sandstone danmudstone (dalam gambar tiga.1 ditunjukkan menggunakan tanda panah). Selain litologi, padapenampang lintasan 1 ditemukan tanda struktur (patahan), yaitu pada bagiantengah penampang.

Berdasarkan data surat keterangan nilai resistivity batubara (tabel 1), maka tanda batubara pada lintasan 2terdapat dalam kedalaman 43,9m, pada jarak lintasan pengukuran 80m, menggunakan nilairesistivity 366m. Indikasi batubara dalam gambar 2 ditunjukkan dengan tandapanah. Pada lintasan 2 didominasi oleh mudstone dan sandstone, sedangkanbeberapa bolder (andesite) ditemukan dekat ke bagian atas misalnya yangditunjukkan pada gambar dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.